Archive for the “The Story of Me and My LIfe” Category

Hacked By TeaM_CC :: 0x0 WAS HERE

Your Security breached ….
No security is perfect
Facebook.com/cyber.command0s

[+]Team_CC[+]

Comments No Comments »

Semenjak tahun 2005, gw mulai menginjakkan kaki di BINUS University, yang dulunya bernama Universitas Bina Nusantara (sekarang di inggrisin dikit), haha… sampai taun 2010 (sekarang ini)

Dari gedung kampus Anggrek yang lama sampai, sekarang ada gedung kampus Anggrek yang baru (gedung lama direnovasi beserta dengan ekstensinya)…

binus anggrek lama binus anggrek baru

Dari logo BINUS yang lama, sampai sekarang ada logo BINUS yang baru…

logo binus lamalogo binus

Dari id mahasiswa S1 (belum sempat di foto sudah punah dulu), ada id alumni S1, ada id mahasiswa S2, dan ada id dosen

BINUS CARD alumniBINUS CARD S2BINUS CARD dosen

Astaganaga, BINUS banget si gw… wkwkwk…

sekian post saya… hahaha…. *ga penting banget*

Tambahan2 lain lagi dari kemajuan BINUS, silakan simak sendiri perkembangannya melalui media cetak ataupun media elektronik dsb, hahaha… terlalu banyak untuk dideskripsikan satu persatu, too many improvements in this university…

Maju terus BINUS! šŸ˜€

BecomeĀ  A WORLD CLASS UNIVERSITY!!!

Comments 1 Comment »

Tuhan itu baik.
Baik yg dirancangkanNya.
Baik yg dipikirkanNya.
Baik yg diperbuatNya.
Baik yg disiapkanNya untuk masa depanku.

Dalam 1-2 bulan belakangan, banyak sekali kebaikan Tuhan yang aku rasakan.
Just wanna share about HIS hands in my life recently.

Berawal dari mimpiku yang mungkin tidak banyak orang tahu. Ketika sedang di bangku kuliah, tepatnya saat semester 3 atau 4, aku agak lupa, timbul keinginan di hati kecilku “Aku ingin menyelesaikan studiku paling tidak sampai dengan S2”. Entah ada angin apa yang melintas, tiba2-tiba terlintas keinginan itu. Hahaha…
Semenjak saat itu, yang ada di pikiranku adalah, setelah selesai S1, aku harus wajib kudu melanjutkan studiku ke S2. Yang terpikir saat itu adalah, mencari beasiswa untuk pascasarjana di luar negeri.

Singkat cerita, setelah menyelesaikan studi S1-ku, akhirnya aku bekerja, dan mencatatkan dalam buku mimpiku bahwa setahun setelah aku bekerja, aku harus langsung mengambil S2. Selama aku bekerja, sembari juga memikirkan masa depan, tiba2 terbesit di pikiranku, keinginanku untuk menjadi dosen. Yang terbayang adalah, aku bisa membagikan hidupku ke generasi muda sekarang ini, dan mengarahkan hidup mereka yang dipersiapkan untuk menghadapi dunia yang sesungguhnya. Harus ada dasar hidup dan karakter yang kuat untuk ke arah sana. Berkali-kali aku merenungkan apa yang Tuhan mau, apakah benar panggilan dan visiku untuk mengabdi di field education ini.
Aku membicarakannya ke orang tuaku, dan dengan gampangnya orang tuaku menjawab “Ya udah kalo memang win mau S2, pakai uang sendiri ya”. Wah berat juga ini kayaknya, tapi ya sudahlah, dengan pekerjaan dan seberapa gaji yang ada, aku belajar untuk setia dan melakukan yang terbaik, sembari menabung untuk biaya S2.

Aku pun melakukan beberapa survey dengan mencari beasiswa, khususnya untuk ke Singapore dan Australia, yang dekat-dekat aja. Ternyata entah kenapa, susah, mencari beasiswa full agak susah. Mungkin dikatakan susah sekali sih nggak juga, tapi mungkin emang dari hati juga rasa2nya ogah-ogahan untuk ke luar negeri. Sepertinya belum lahir dari hati untuk meninggalkan Indonesia. Yah kalau memang belum lahir dari hati, ngapain juga aku paksain, pikirku.
Akhirnya setelah knowledgeberkali-kali aku ikut beberapa pameran pendidikan, beasiswa dll, dan kelihatannya nihil, aku mulai survey ke beberapa universitas di Jakarta yang memberikan program studi Magister untuk program Teknik Informatika. Dan yang kutemukan ada 2 tempat dengan nama Universitas yang cukup besar di Jakarta, UI (yang sudah cukup lama memiliki program ini) dan BiNus (yang notabene masi merupakan program baru). Singkatnya, setelah menimbang masalah tempat, jarak, waktu, biaya, dan lain-lain (panjang kalau dituliskan), aku memutuskan untuk mengambil S2 di BiNus, almamaterku saat S1 dulu. Kalau memang belum bisa ke luar negeri kuikhlaskan saja deh. Siapa tahu juga nanti untuk studi selanjutnya atau di pekerjaan masa depan bisa Tuhan tempatkan sampai ke luar negeri.

Rencana yang cukup membuat kaget orang tua dan bibi serta paman2ku adalah ketika aku memutuskan saat menempuh S2, aku break dari pekerjaan ngantor, dan hanya mengandalkan penghasilan dari aku mengajar private anak2-anak sekolah. Hal ini sudah aku jalani sejak aku berkuliah di semester 2. Dan rencanaku aku akan berusnever stop dreamingaha untuk tekuni disini, supaya hasil studi S2-ku bisa maksimal. Ini karena pertimbangan apabila kerja di kantor, pastinya waktu istirahat akan berkurang dan paper-paper yang diberikan pasti akan menyita waktu. Atas pertimbangan itulah aku beranikan diri untuk aku resign dari pekerjaanku sekarang.

Setelah jadi blueprint dari semua plan-planku itu, Tuhan banyak membukakan serta memberikan hal-hal yang tidak pernah aku pikirkan. Fasilitas dan berkat diberikan supaya aku bisa menyelesaikan S2 ini dengan maksimal, bahkan untuk aku mencapai mimpiku. Seolah-olah Tuhan berkata, “Ini lho win, Aku dukung kamu untuk kamu kejar mimpimu.”

1. About Laptop
Aku sempat berpikir, kelihatannya butuh laptop juga neh untuk tugas dan paper-paper selama kuliahku. Tapi itu berlalu begitu saja, aku hanya bergumam hal itu satu atau dua kali, dan aku nggak pernah berdoa meminta laptop atau sejenisnya. Aku hanya berusaha bagaimana caranya aku menyediakan dana untuk pembayaran S2 ini.
Tuhan menyediakan:
Tepat di hari valentine yang bersamaan dengan hari imlek, 14 Februari 2010, saat bertamu ke rumah paman (satu-satunya keluarga yang aku kunjungi saat hari imlek, keluarga yang lain di Karawang, dan Cikarang, pada pulang ke Pekalongan, sedangkan aku harus stay di Jakarta), tiba-tiba dia bertanya, “Win, kamu pake laptop nggak sekarang?” Kujawab, Cuma pake PC, belum pake laptop kok”. “Nih paman ada laptop nganggur, kamu bawa aja”, kata pamanku. “Ambil aja sana di belakang, dilhat dulu barangnya masih bagus atau nggak, paman cuma pake 1 atau 2 minggu, terus gak pernah di pake lagi”. Saat aku melihat laptop itu, ternyata masi bagus dan tidak perlu ada yang diperbaiki.
Cerita lengkapnya:
http://derwinsuhartono.blog.binusian.org/2010/02/16/14-februari-2010-i-am-his-valentine/
Wah, thx God, dikasih laptop, tanpa aku minta.

2. About S2
Sudah menjadi keputusanku dan targetku bahwa 1 tahun setelah bekerja, aku akan mengambil S2. Kontrak kerjaku berakhir pada bulan Mei. Sehingga hanya berselang 2 bulan, perkuliahan S2 angkatan yang baru di mulai. Aku mendaftar dari sejak bulan Mei awal.
Tuhan menyediakan:
Tidak berapa lama setelah aku mendaftar, aku mendapat info by sms dari BiNus, bahwa sekitar 160 mahasiswa pilihan dari S1 jurusan TI mendapat kesempatan untuk mengambil kuliah S2 MTI dengan keringanan biaya kuliah sebesar 10juta, dan lama kuliah di potong 4 bulan sehingga hanya 1 tahun berkuliah untuk mendapatkan gelar M.TI. Surprisenya lagi, aku termasuk salah satu dari 160 orang itu. Thanks God, aku diberi lagi keringanan untuk masalah biaya. Meskipun masih harus menunggu sampai 17 Juni nanti apakah kelas fasttrack ini akan dibuka atau tidak, aku tetap melihat bahwa campur tangan Tuhan ada dalam langkah2ku menggapai mimpi dan visiku.

3. About Income
Karena mengambil ancang2 untuk mempersiapkan penghasilanku setelah aku keluar dari kantor tidak menurun drastis, aku mulai mencari anak2 untuk les private, tentunya dengan bantuan teman-teman terdekatku, thx lho buat kalian, bantuan kalian sangat berharga buatku. Alhasil, aku mendapatkan 4 anak, meski hanya 1 anak yang aku ajar sendiri, karena keterbatasan waktu dikarenakan ngantor.
Tuhan menyediakan:
Seiring berjalan, sepupu dari anak yang aku ajar ini juga mau ikut ngeles. Singkat cerita, mama dari sepupu anak ini meminta untuk homeschooling, belajar sendiri di rumah, tanpa dia sekolah. Dia meminta untuk aku bisa mengajar pada pagi hari saja, setiap hari, senin-jumat.
Dan jika dihitung2, dengan mengajar dua anak ini saja, incomeku sudah mencapai gaji terakhirku di kantor.
Thanks God.

4. About Last Day at Office
Beberapa hari sebelum aku resign dari kantorku, aku mulai gelisah mengenai penghasilanku. Untuk bisa membayar S2-ku, aku belum mendapat penghasilan yang untuknya paling tidak harus 2 kali lipat dari gaji terakhirku. Ada satu sahabat dimana aku bercerita tentang kekuatiranku ini. Berkali-kali aku cerita dan sampai saat terakhir kali aku cerita, dia hanya menjawab “Udalah win, kamu nih ga percayaan banget sih, pasti disediain kok ama Tuhan, ngapain kuatir berlebihan! Ga percaya ama Tuhanmu?”. Aku terhenyak mendengar perkataan itu, “Iya yah aku terlalu kuatir yah, tapi memang secara manusia gimana nggak kuatir, udah tinggal 1 bulan, apply ke kantor lain aja nggak, dan anak les private yang aku ajarpun hanya 1 anak.
Tuhan menyediakan:
Bertepatan dengan hari H aku resign, ada 2 temen kantor yang memberikan aku 2 lagi anak les private, aku terdiam, memang Engkau selalu memberi segala sesuatu TEPAT pada waktunya.
Cerita tidak hanya berakhir disitu, siangnya ada telepon dari Astra International, aku dpanggil untukĀ  interview, padahal aku tidak melamar kesana. Interview tepat H+1 setelah aku resign, jadi tepat sekali saat waktuku free, kembali aku bergumam, “Ya ampun, timingnya bisa begini banget yah” Setelah di telusuri darimana Astra bisa mendapatkan CV-ku, disimpulkan CV yang sampai ke Astra adalah “CV by accident”. Ya nggak, ci Yen Lina? (smoga dia baca note ini, wkwk)
Walaupun akhirnya setelah datang, interview, dan hasilnya diterima, aku tetep menolak tawaran yang ada, memang belum bisa untuk ke arah situ. Dengan perkuliahan S2 dan semua hal yang sudah aku prepare untuk selama aku kuliah, tentunya aku nggak akan bisa lembur, dan juga takut tidak memberikan totalitas yang terbaik, jadi aku putuskan untuk lebih baik nanti dulu.

5. About Family
Beruntun setelah aku mendapatkan nomor 3 dan 4, aku sengaja telpon ke rumah untuk kasih kabar tentang kebaikan Tuhan.
Tuhan menyediakan:
Eh, tak pernah disangka, usaha papi sedang ramai-ramainya, senang sekali dengernya. Dan juga, dari kerjaan adekku juga masih menuai cukup banyak. Once again, thanks God.
Hampir setiap malam, sebelum tidur, aku terheran-heran, berbaring di kasur sambil melihat ke langit2 kamar, dan berkata, “Apa sih Pa yang Engkau lagi kerjakan, aku cuma bisa bilang, thx Pa for all.”

6. About Lecturer

Nah, untuk yang ini tidak bisa diceritakan secara detail. Intinya adalah, semester ganjil setelah liburan 2 bulan ini, aku sudah diberikan jatah untuk mengajar di BiNus. Sebelumnya aku tunda untuk mendaftar menjadi dosen tahun depan setelah S2 selesai.
Tuhan menyediakan:
Ternyata tahun ini sudah bisa langsung masuk menjadi salah satu jajaran dosen di BiNus.
Ini hal yang jauh-jauhari sudah aku mimpikan, menjadi dosen, bisa berbagi hidup dan ilmu dengan generasi muda saat ini. Ada pula beberapa benefit saat masuk menjadi dosen di BiNus. Mau tau apa benefitnya? Mari bergabung lah bersama kami terlebih dahulu, hahahaha…

NICE SONG (HE’S ALREADY PROVIDED):
He’s already provided
He’s already provided
Everything you need, He’s already provided
Every promise you can claim, just ask it in His name
‘Cause everything you need, He’s already provided.

Aku belajar untuk setia mengerjakan yang sudah Tuhan percayakan, apakah itu sakit atau tidak, just do it excellently, baik itu kuliah, pekerjaan dan pelayanankuĀ  (Lukas 16:10)
Aku melihat bahwa Tuhan tidak pernah berhutang dengan hidup anak-anakNya.

That’s all I wanna share guys.
Tidak ada sedikitpun maksud untuk menyombongkan berkat yang Tuhan beri, hanya ingin menyaksikan kepada kalian, bahwa penyertaan Allah itu selalu ada dan Dia sudah menyediakan sebelum kalian memintanya.
Semoga jadi berkat buat kalian semua.

Gbu ^^
Mat 6:33

Comments 4 Comments »