Dennis Waitley menulis dalam “The New Dynamics of Winning”

“Tahun 1979, saya memesan tempat untuk penerbangan dari Chicago ke Los Angeles . Saya sedang dalam perjalanan menuju sebuah acara sebagai pembicara sebelum pulang untuk berakhir pekan .

Saya harus mengejar pesawat itu , dan menjadi sangat kesal saat melihat petugas gerbang mengunci pintu dan melihat mobil tangga menjauh dari pesawat .
Saya berdebat dan memohon dan memberitahu dia bahwa saya harus berada dalam penerbangan nonstop DC 10, penerbangan 191 ke L.A itu, atau saya tidak dapat menyampaikan pidato saya.
Pesawat itu menjauh dan melaju ke landasan walaupun saya memprotes, saya menghambur keluar arena boarding dan kembali ke counter tiket untuk mengadukan keluhan saya .

Saat berdiri dalam antrian di depan counter, kira-kira 20 menit kemudian, saya mendengar berita bahwa pesawat DC10 itu jatuh sewaktu lepas landas tanpa ada yang selamat.

Saya meninggalkan antrian, memesan kamar di hotel bandara, berlutut disamping tempat tidur saya, berdoa, dan berusaha untuk tidur.

Sudah sepuluh tahun lebih sejak kejadian itu, namun saya masih memiliki tiket yang belum divalidasi untuk penerbangan 191. Saya tidak pernah menguangkannya kembali ke agent perjalanan saya. Malah, saya menempelkannya di papan bulletin di kantor saya dirumah sebagai sebuah peringatan bisu.

Saat sewaktu-waktu saya menjadi sedikit jengkel karena beberapa ketidakadilan di dunia yang membuat saya menjadi korban, istri saya, Susan, dengan lembut menggandeng saya ke papan bulletin sy . “

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Saudaraku semoga berguna.

Leave a Reply